Minggu, 25 Juli 2021

 Perusahaan buat Umat

Apakah perusahaan dapat dikatakan sehat bila hanya berorientasi omset produksi dan profit atau keuntungan ?
Apakah para pemilik perusahaan akan dijamin kesehatannya bila hanya fokus ke profit dan profit ?
Apakah para karyawan hanya akan dianggap sebagai mesin atau faktor produksi saja ?
Apakah perusahaan akan terus menutup mata terhadap perkembangan dan kondisi sosial di sekitar wilaya kerjanya ?
Maka suatu gagasan pembagian keuntungan berikut menarik dijadikan acuan :
20 % dari keuntungan buat Yayasan yang akan menyalurkan melalui dana sosial, zakat dsb
50 % untuk pengembangan perusahaan berupa pembayaran pajak, telepon, listrik,dll termasuk juga jaminan kesehatan bagi karyawan dimana sekitar 40 - 50% biaya kesehatan karyawan ditanggung perusahaan
Sisanya keuntungan 30 % baru buat pemilik
Maka perusahaan dijamin pertumbuhannya akan melesat,
Karena didalamnya ada ridho Tuhan, dukungan dari karyawan, dan dukungan dari segenap masyarakat
Sudahkan para perusahaan punya acuan ideal semacam itu ?
Semoga ada jalanNya
In Sya Allah
Suka
Komentari
Bagikan

 Apakah pendirian perusahaan harus selalu dimotori adanya uang ?

Kalau di Jepang , skill pasti akan diutamakan, kemudian semangat bushido, baru investasi.
Sedangkan orang China utamakan kebersamaan, kemudian ada dana yg dikelola, baru skill kemudian.
Mungkinkah bisnis Islam utamakan Amanah dulu, kemudian skill harus ada, baru investasi kemudian ??
Mungkinkah bisnis apapun utamakan Amanah dulu ?
Mungkinkah korupsi yang merajarela di bumi Pertiwi karena sudah banyak pemimpin tidak mampu amanah ?
Kalau begitu amanah harus jadi penentu dong
Ya iya juga ya...masa iya dong
Salam